Cara Kerja Ionic Silver



BAGAIMANA CARA KERJA IONICSILVERGT TERHADAP VIRUS,BAKTERI DAN PARASIT

Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya.
Virus akan menyerang sel hidup didalam jaringan tubuh,kemudian virus yang tersembunyi dan membahayakan ini akan mengambil alih nukleus didalam sel dan mengubah rantai produksi dan reproduksi untuk keperluan virus berkembang biak daripada untuk keperluan ensim,hormone,senyawa kimia lainnya didalam sel yang biasanya digunakan untuk sel itu sendiri. Kemudian virus akan menghasilkan virus yang baru lagi untuk di lepaskan dan keluar dari sel menuju aliran darah.
Namun ada suatu kejadian unik yang terjadi, dimana biasanya virus mempengaruhi sel untuk kepentingan virus itu sendiri ,sebagian reaksi pertahanan dari sel hidup adalah berubah menjadi bentuk yang lebih primitif baik dalam struktur sel maupun dalam bentuk kimiawi,dimana ensim metabolisme oksigen atau kimia paru didalam dinding sel akan ikut berubah bentuk juga menjadi bentuk yang lebih primitive,dimana biasanya metabolisme oksigen ini diperlukan untuk proses kimia didalam sel. Perubahan bentuk dari ensim yang menjadi lebih primitive ini biasanya akan rapuh dan mudah dipengaruhi oleh IonicSilverGT dalam bentuk peristiwa efek katalis(poten enzim inhibitor). Pengaruh dari IonicSilverGT , pada sel hidup yang telah berubah menjadi lebih primitive akan menyebabkan ensim metabolisme oksigen menjadi permanen cacat sehingga fungsi dari mengantarkan keperluan oksigen ke dalam sel menjadi gagal,dan virus yang ada di dalam sel akan mati karena ketiadaan oksigen, tubuh sekarang menghasilkan sel mati yang didalamnya mengandung virus, dimana virus akan ikut dieliminasi bersama dengan jutaan sel mati yang kegunaannya berakhir setiap hari (bagian proses dari regenerasi sel).
Bakteri merupakan makhluk hidup yang terdapat dimana-mana… dalam udara yang kita hirup, di tanah yang kita pijak dan tentu saja dalam tubuh kita. Bahkan sebenarnya, kita sepenuhnya hidup ditengah-tengah dunia trilyunan bakteri yang tidak tampak oleh mata kita. Bakteri berasal dari kata Bakterion (yunani = batang kecil). Bakteri adalah organisme bersel satu yang terlalu kecil untuk dapat dilihat oleh mata kita kecuali dengan bantuan mikroskop. Mereka berukuran micron (1/1000 mm).
Seperti juga makhluk hidup lain, bakteri membutuhkan makanan, air dan suhu yang sesuai untuk hidup dan berkembang biak. Terkadang makhluk kecil ini hidup damai dengan sesamanya tetapi ada kalanya mereka terlibat peperangan antara hidup dan mati untuk memperebutkan makanan dan tempat untuk hidup. Kita tidak dapat secara langsung melihat, mendengar ataupun merasakan drama kehidupan bakteri ini, tetapi mereka mempunyai berbagai cara supaya kehadirannya dapat kita rasakan. Mungkin kita mengira bahwa bakteri adalah kuman yang merusak makanan, mengakibatkan keracunan, atau yang membuat kita sakit dan bakteri yang berbahaya, akan kita sebut sebagai pathogen. Bakteri pathogen adalah bakteri parasit yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia dan organisme lain.
Salah satu contoh bakteri merugikan adalah Heliobacter pylori, yang sangat tahan terhadap asam. Bakteri ini banyak ditemukan hidup dalam lambung orang dewasa dan kini diketahui sebagai salah satu penyebab tukak lambung.
(Gambaran Tukak Lambung dan kuman Heliobacter pylori)
Contoh lain adalah Staphylococcus aureus, yang menyebabkan keracunan makanan dan infeksi kulit.
(Gambaran Infeksi Kulit)
Bacillus antraxis penyebab penyakit anthrax pada hewan ternak dan dapat menular kepada manusia. Actynomyces bovis penyebab penyakit bengkak pada rahang sapi.
(Gambaran kuman Bacillus antraxis dan Penyakit Anthrax)
Pada manusia misalnya:Salmonella thyphosa penyebab penyakit tifus,
(Gambaran kuman Salmonella thyphosa dan Penderita Tifus)
Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit TBC,
(Gambaran kuman Mycobacterium tuberculosis dan Penyakit TBC)
Mycobacterium leprae penyebab penyakit lepra,
(Gambaran Kuman Mycobacterium leprae dan Penderita Kusta)
Treponema pallidum penyebab penyakit sifilis,
(Gambaran penyakit sifilis dan penyebaran penyakit sifilis ke organ tubuh lainnya)
Vibrio cholera penyebab penyakit kolera.
Gambaran kuman vibrio Cholerae dan tanda-tanda kolera)
Shigella dysentriae penyebab penyakit disentri basiler,

(Gambaran kuman Shigella dysentriae penyebab diare)
Diplococcus pneumoniae penyebab penyakit radang paru-paru
(Gambaran kuman Diplococcus pneumonia dan penderita radang paru-paru)
Kerja IonicSilverGT untuk membunuh bakteri pathogen dengan cara  penetrasi ke dalam membrane sel bakteri dan dikarenakan ukurannya yang sangat kecil  (nano partikel) penetrasi dari IonicSilverGT dapat mengubah integritas membran sel , mengubah ikatan esensial protein dan DNA pada bakteri sehingga menjadi tidak stabil dan metabolisme sel mulai mengalami proses kehancuran dimana reaksi enzim esensial yang mengatur kehidupan sel bakteri menjadi lumpuh dan menyebabkan bakteri tidak bisa membelah diri dan sel-sel imun tubuh menjalankan fungsi fagositasnya dengan menelan dan menghancurkan bakteri (dr.Barlev Lenson,Indonesia dan Journal Medicine,Eric J.Rentz,Florida USA,June 2003).
Parasit adalah hewan renik yang dapat menurunkan produktivitas sel induk yang ditumpanginya. Parasit dapat menyerang manusia dan hewan, seperti menyerang kulit manusia. Parasitoid adalah parasit yang menggunakan jaringan organisme lainnya untuk kebutuhan nutrisi mereka sampai orang yang ditumpangi meninggal karena kehilangan jaringan atau nutrisi yang dibutuhkan.

(ascaris lumbricoides)      (telur cacing pita)       (Trichuris egg)        (telur tape worm)        (cacing kremi)

BAGAIMANA CARA KERJA IONICSILVERGT DALAM PENYEMBUHAN LUKA

Penyembuhan, seperti semua proses biologis lainnya, adalah proses selular. Terjadinya luka segera memicu timbulnya proses ini, yang terus sampai cedera itu sembuh.Meskipun modus yang tepat kerjanya belum dipahami, jelas bahwa mekanisme umpan balik memantau tingkat kerusakan jaringan dan menyesuaikan aktivitas selular di daerah yang terluka untuk menghasilkan jumlah pasti penyembuhan yang dibutuhkan. Sebagaimana digunakan di sini, istilah "luka" mengacu pada kerusakan jaringan atau kerugian dalam bentuk apapun, termasuk namun tidak terbatas pada pemotongan, sayatan (termasuk Insisi bedah), lecet, luka, patah tulang, memar, luka bakar, dan amputasi.
Mekanisme IonicSilver membantu membangun kembali jaringan telah dipelajari selama lebih dari satu dekade oleh dr.Robert O. Becker, MD, Becker Biomagnetics, Lowville, New York. Dr. Robert O. Becker pertama melaporkan temuan-temuannya pada Konferensi Internasional Pertama Perak dan Emas di Kedokteran, cosponsored oleh The Institute Silver tahun 1987.
Pada tanggal 29 September 1998, dr. Robert O.Becker menerima paten Amerika Serikat (5.814.094) untuk perangkat, bahan dan teknik yang terlibat dalam regenerasi jaringan menggunakan ionic silver.
Setelah beberapa ratus kasus, dr. Robert O.Becker berpendapat bahwa teknik regenerasi jaringan menggunakan ionic silver bekerja dalam tiga tahap.

  • Tahap pertama adalah kombinasi aktif bebas antara ionik perak dengan semua bakteri atau jamur yang ada dalam luka, dimana bakteri dan jamur akan menjadi tidak aktif dalam waktu 20 sampai 30 menit.
  • Tahap kedua (biasanya muncul dalam beberapa hari )adalah ionik perak bekerja pada sel fibroblas (sel yang biasanya menyebabkan penyembuhan luka dengan bekas luka formasi) menyebabkan sel fibroblast untuk kembali ke bentuk asal mereka yaitu embrionik,dan bentuk embrionik ini akan menjadi sel-sel induk (stem cell). Dimana stem sel ini merupakan blok bangunan universal yang berperan untuk merekonstruksi kembali jaringan yang baru dan meregenerasi mengikuti struktur jaringan yang asli, bukan hanya untuk membentuk jaringan bekas luka saja.
  • Pada tahap akhir, ionik perak akan membentuk kompleks dengan sel-sel hidup di daerah luka untuk di konversi menjadi stem sel. Pada saat stem sel ini membanjiri luka, stem sel akan dengan cepat di konversi menjadi jaringan baru normal dewasa sama dengan struktur sel sebelum jenis luka yang ada terjadi. Hasil akhir dari konversi ini adalah pemulihan lengkap semua struktur anatomi termasuk saraf dan suplai darah tanpa pembentukan bekas luka. Dalam semua kasus ditangani, tidak ada bukti argyria (perubahan warna kulit) atau efek samping lainnya yang tercatat.
Tidak ada pengobatan lain yang dikenal dapat menyediakan jumlah yang cukup untuk stem sel embrio yang diperlukan untuk regenerasi sejati pada jaringan manusia dan hewan yang rusak atau hancur. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa adanya suatu potensi keberhasilan tidak hanya untuk penyembuhan luka dipermukaan saja tetapi untuk perbaikan regenerasi organ seperti jantung, hati, otak dan sumsum tulang belakang.